Senin, 02 Agustus 2010

Sembuh dari Cancer

Operasi kanker dipaha kiri pada 2003, bukanlah akhir derita Osmon Tanuwijaya dari serangan sel ganas itu. Berselang setengah tahun, kanker itu datang lagi menggerogoti kaki kirinya, pada 6 April 2007 sel kanker itu lebih mengganas, kaki kiri alumnus Teknik Manufkatur Universita Surabaya itu tak bisa digerakkan sama sekali.

"Sakitnya luar biasa. Apalagi kalau malam, saya tidak bisa tidur menahan sakit. Bisa tidur 2 jam saja sudah bagus," ungkapnya. Tak tega melihat penderitaannya, pihak keluarga Osmon ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis sel kanker bermetastasis ke tulang sehingga Osmon harus diamputasi kakinya dari pangkal paha. Menurut dokter amputasi jalan keluar agak sel kanker tak menyebar ke bagian tubuh lain.
Kedua orang tuanya hanya bisa menyerahkan sepenuhnya keputusan dokter itu kepada Osmon. Namun, "Saya tak dapat membayangkan hidup hanya dengan satu kaki", kata bungsu 2 bersaudara itu. Selain amputasi, dokter juga menyarankan kemoterapi. Efek buruk kemoterapi seperti rambut rontok dan kulit terbakar yang selama ini menjadi momok dapat dikurangi. Misalnya, saat ini tersedia herbal penumbuh rambut.
Menurut Anthony Antakusuma, praktikus pengobatan rambut, dengan herbal hanya perlu 2 bulan untuk menumbuhkan rambut yang rontok akibat kemoterapi. Ramuan berbahan ginseng itu memperlancar sirkulasi darah dan nutrisi ke akar rambut sehingga rambut menjadi kuat, tidak mudah rontok, dan cepat tumbuh.

Namun, Osmon tetap menolak kedua saran dokter itu dan kembali ke rmumah setelah di opname 11 hari. Osmon memilih menggunakan obat herbal dari Tiongkok. Sayangnya, setelah sebulan rutin mengkonsumsinya, kesembuhan belum juga datang. Malahan sel kanker metastasis ke organ lain. Itu dibuktikan melalui foto toraks. "Dunia serasa berakhir. Sepertinya tak ada obat dan harapan kesembuhan untuk penyakit saya", keluh Osmon.
Bobot tubuh Osmon pun turun drastis dari 80 kg menjadi 60 kg. "Makan 4 sendok saja tidak habis. Bau makanan membuat mual, mau muntah" katanya. Apalagi Osmon juga sebelumnya divonis mengidap diabetes. Kadar gula darahnya 2 jam setelah makan mencapai 360 mg/dl; kadar normal 200 mg/dl. Kaki kirinya menderita luka yang mengeluarkan nanah terus menerus. Karena itu ia pun harus menjalani terapi insulin untuk menekan kadar gula darah.
Ada yang menyarankan Osmon untuk berobat ke Guang Zhou, China. Namun, sebelum memutuskan berangkan ke Guang Zhou, ia berkonsultasi ke dokter lain tentang peluang kesembuhannya berobat ke luar negeri. "Dokter mengatakan kemungkinan saya sembuh dari sel ganas ini cuma 70%. Tetapi ada kemungkinan 30% sel-sel ini tumbuh lagi", kata Osmon mengutip pendapat dokter. Itulah sebabnya tawaran berobat ke mancanegara ia tolak.

Dalam kegalauan, orang tua Osmon tetap gigih mencari jalan kesembuhan bagi anaknya. Namun, banyak dokter yang mereka temui pesimistis. "Malahan ada dokter yang mengatakan kondisi seperti saya ini tak akan bertahan lama", tutur Osmon menirukan ucapan kedua orangtuanya.
Saat putus asa itulah, rekannya menawarkan ekstrak ganggang hijau biru. Sejak Juni 2007 ia mengkonsumsi kapsul crytomonadales alias ganggang hijau-biru itu. Sehari 2 kapsul dikonsumsi 3 kali setelah makan.
Baru juga 3 hari rutin mengkonsumsi cryptomonadales, ia merasakan perubahan signifikan: kaki dapat digerakkan. Saking senangnya, Osmon terus mencoba mengerak-gerakkan kakinya. Tak tanggung-tanggung ia langsung menyetir mobil. "Kebetulan waktu itu seorang anak didik saya hendak mentraktir setelah lulus, tapi tak bisa mengendarai mobil", kata Osmon yang menjadi guru privat itu.
Dua bulan kemudian, gerakkan kakinya kian leluasa. Pada saat bersamaan, bengkak dan sakit di lutut pun hilang. Betapa girangnya Osmon dan keluarga melihat perubahan itu. "Sekarang saya dapat berjalan tanpa alat bantu lagi", ujar sumringah. Selera makannya juga kembali seperti semula, sehingga bobot tubuhnya naik menjadi 78 kg.

Menurut dr Sri Budiwati dari klinik Herbs Medicine, Surabaya, Cryptomonadales mengandung berbagai senyawa spesial yang mampu melawan kanker. Itu sejalan dengan penelitian dr Ih Jen Su, PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University,Taiwan. dr Ih Jen SU PhD mengatakan berhasil menemukan senyawa fikosianin dalam cryptomonadales. Senyawa itulah yang dipercaya sebagai antivirus dan tokcer melawan sel kanker. "Pigmen hijau kebiruan atau fikosianin berefek meningkat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan aktivitas limfosit", kata Ir Nining Betawati MSc, periset alga di Departemen Biologi, Universitas Indonesia.
Mekanisme cryptomonadales mengatasi serangan sel kanker melalui proses apoptosis alias program bunuh diri. Sel kanker yang tak pernah matai, begitu berhadapan dengan fikosianin menyebabkan bunuh diri. Menuruf Prof I Nyoman Kabinawa, ahli alga dari LIPI, cryptomonadales juga mengandung gamma linoleat yang berfungsi merangsang hormon prostaglandin yang berperan mengontrol pembelahan sel.
Selain itu hasil riset Ih Jen Su, peneliti di National Health Research Institude, menunjukkan cryptomonadales memiliki efek antidiabetes. Hasil uji terhadap 30 pasien yang rutin mengkonsumsi satu kapsul cryptomonadales selama satu bulan, kadar lemak darah mereka turun 25% dan kadar gula darah mendekati batas normal. Pengalaman serupa juga dialami pasien dr Sri Budiwati. Sri meresepkan kepada penderita diabetes mellitus, dosisnya 3 kali 15 kapsul cryptomonadales per hari. Dua minggu kemudian, kadar gula darah pasien itu turun 150 poin dari sebelumnya 300 mg /dl.
Kandungan peroxisome proliferator activated receptors (PPARs) yang memiliki cryptomonadales mencegah perkembangan diabetes. Menurut Eun Hee Koh, peneliti di University of Ulsan College of Medicien, Seoul, Korea, PPARs mengurangi pembentukan lemak dan efek resistensi insulin berupa perbaikan respon tubuh terhadap insulin, sehingga transfportasi glukosa darah menjadi lancar, serta perbaikan sel-sel pankreas.
Itu pula yang terjadi pada Osmon. Selain terhindar dari amputasi, kadar gula darahnya yang juga tinggi turun menjadi 160 mg/dl. Dua penyakit maut itu akhirnya sirna dengan kapsul cryptomonadales alias ganggang hijau-biru. Dengan makhluk mini itu, mimpi buruk hidup tanpa kaki kiri itu pun tak terjadi.

Sabtu, 24 Juli 2010

Tulang belakang kejepit

Berapa waktu diperlukan untuk turun dari mobil? Inge menghabiskan waktu minimal 5 menit ketika pinggangnya nyeri hebat. Usai mengemudi, ia tertatih keluar mobil. Gara-gara gangguan penyakit itu ia batal pulang ke makassar untuk menghadiri resepsi pernikahan kerabat.

Nyeri hebat di pinggang itu ia rasakanpertama kali pada 20 tahun lalu ketika usianya 32 tahun. Semula ia tak hirau. Sebab, jika nyeri itu datang ia segera memanggil tukang urut. Usai dipijat, nyeri pun hilang. Namun, pada perkembangan frekuensi nyeri itu makin tinggi. kadang-kadang dalam sepekan ia tak dapat beraktivitas akibat nyeri pinggang.
"Bergerak sedikit saja sakit, apalagi berjalan", ujar sekretaris alumnus Pitmants Central College,Inggris, itu. Ia penasaran akan penyakit yang diidapnya. Itu yang mendorongnya bergegas ke dokter. Dari hasil rontgen tulang, dokter mendiagnosis Inge back pain. Dalam bahasa awam back pain disebut saraf terjepit. Menurut dr Satya Haruna SpS, back pain memicu nyeri lantaran sebagaian saraf tepi mengalami iritasi atau kompresi alias penekanan.

Dampak iritasi atau kompresi adalah tegang pada otot pinggang bawah. ketegangan terjadi karena otot-otot letih akibat latihan fisik berlebihan atau salah posisi. Beberapa salah posisi antara lain mengambil barang berat dengan membungkuk, menyetrika sambil duduk, atau mengambil barang di belakang mobil dengan memuntirkan pinggang. Itulah yang kerap dilakukan Inge. Perempuan 52 tahun itu paling suka membersihkan rumah.
Ia ingin agar suana rumahnya selalu berganti. Oleh karena itu ia kerap memindahkan sofa, meja, dan perabot lain. Celakanya, ia mengangkat sofa yang relatif berat sendirian sehingga otot-ototnya tegang. Pemicu lain ketegangan adalah jatuh terduduk yang menyebabkan kompresi atau penekanan pada tulang belakang. Itu juga beberapa kali dialami Inge ketika hamil.
Dua puluh tahun hidup bersama back pain bukan waktu yang pendek. Penderitaan akibat saraf terjepit seperti tak berkesudahan. Pada penghujung 2006 Inge hanya dapat berbaring. "Untuk bergerak sedikit saja, nyeri tulang belakang tak dapat saya tahan lagi", katanya. Ia bukannya tak berupaya menjemput kesembuhan. Beragam obat ia konsumsi seiring harapan kesembuhannya. "Berbagai pengobatan saya jalani, hanya ke dukun yang belum", ujar Inge.

Melihat Inge tak dapat bangun, rekannya Christine Lesmana menyarankan untuk mengkonsumsi Cryptomonadales. Teman rekannya sembuh dari kanker usus berkat cryptomonadales. Inge tertarik sehingga sejak Januari 2007 ia mengkonsumsi 20 tablet cryptomonadales kali sehari selama 1 bulan, dan bulan berikutnya 15 tablet. Itu dibarengi dengan konsumsi larutan 4 botol PPARs 12 ml sebanyak 1 botol sehari, dan Crypto Max 1 hari 1 kali selama 10 hari.
Cryptomonadales adalah ganggang hasil temuan Prof Wang Sun Te, ahli ganggang dari Taiwan. Sedangkan PPARs alias Peroxisone Proliferator Activated Reseptors hasil ekstraksi cryptomonadales.
Dua pekan setelah rutin mengkonsumsi cryptomonadales ia merasakan hasil signifikan. "Saya sudah bisa duduk dan berjalan", katanya mengenang. Tiga bulan berselang ia benar-benar terbebas dari gangguan nyeri pinggang yang hebat. Ia belum memeriksakan diri ke dokter karena 1,5 tahun terakhir back pain tak pernah kambuh.
Untuk menjaga kesehata, kadang-kadang ia mengkonsumsi 10 tablet cryptomonadales per hari. hingga kini back pain alias saraf terjepit yang membuatnya nyeri tak pernah kambuh. Senyawa aktif apa yang berperan? Menurut dr Sri Budiwati, dokter di Surabaya, Jawa Timur, kandungan DNA dan RNA dalam cryptomonadales membantu proses penyembuhan back pain.
Dokter alumnus Universitas Airlangga itu mengatakan, "Kandungan PPARs, DNA, dan RNA dalan cryptomonadales cepat mengganti sel-sel yang rusak dan bengkak akibat gangguan jaringan bantalan tulang belakang." DNA dan RNA juga mempercepat proses regenerasi sel saat luka. PPARs berperan mempercepat kinerja organ untuk mencerna makanan sehingga ketahanan tubuh meningkat. Efeknya gangguan kesehatan pun hilang.

Keloid

Tahun 2001, saya mengalami kecelakaan sepeda motor, saya terjatuh dan membentur aspal dengan sangat keras di bagian pinggang, ginjal saya mengalami bleeding (pendarahan) yang parah sehingga harus dioperasi. Keloid bekas operasi pendarahan ginjal tersebut membekas panjang dan mengerikan. Keloid terasa sangat gatal dan tidak pernah kering.

Tiga minggu yang lalu, seorang teman baik merekomendasikan Crypto Force kepada saya. Saya mempunyai banyak keluhan kesehatan seperti kolesterol tinggi, kesemutan, kelebihan berat badan, dan darah kotor (selalu bisulan setiap mengkonsumi telur). Awalnya, saya tidak percaya suplemen karena saya beranggapan semua suplemen atau vitamin mengobral hal yang sama dan itu-itu saja. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk Crypto Force ini.

Satu minggu mengkonsumsi, bagian pinggang terasa pegal dan ngilu tiap malam, keloid di perut terasa semakin gatal dan nyut-nyutan. Saya juga susah tidur karena stamina saya fit terus. Saya bertanya kepada teman tentang efek yang saya rasakan tersebut, teman menganjurkan untuk terus mengkonsumsi karena semua hanya sementara, hanya efek penyesuaian karena tubuh yang tidak sehat dan justru merupakan indikasi yang bagus. Setelah dua minggu, kesulitan tidur hilang, pegal dan ngilu di pinggang tidak terasa lagi, keloid yang biasanya sangat mengganggu pun tidak terasa lagi. Saya belum benar-benar percaya itu semua karena konsumsi Crypto Force.

Minggu ketiga saat saya sedang duduk ngobrol di Dunkin Donuts dengan teman-teman, tanpa sengaja dari balik baju, saya meraba keloid yang biasanya timbul dan membengkak besar sudah tidak setimbul dan sebengkak sebelumnya lagi. Saat itu, saya baru sadar ada perubahan signifikan dalam diri saya setelah mengkonsumsi Crypto Force.

Saya menunjukkan keloid tersebut kepada teman-teman saya dan ikut memperhatikan dengan teliti, benar sekali, keloid sudah kempes dan warnanya tidak merah seperti dulu lagi. Saya hampir tidak percaya, keloid yang tidak pernah sembuh selama 6 tahun akhirnya kering dan mulai pudar sedikit demi sedikit hanya karena mengkonsumsi Crypto Force yang sebenarnya saya konsumsi untuk kesehatan kolesterol, darah, dan jantung saya. Sama sekali tidak ada pikiran keloid bisa ikut sembuh karena Crypto Force

Hebatnya lagi, tubuh saya semakin sehat dan berstamina dan berat badan saya susut 4 kilogram. Kini, saya tidak lagi harus bergantung pada Lipitor, obat penurun kolesterol yang harus saya konsumsi terus menerus sebelumnya untuk menjaga kolesterol tidak naik. Saya juga bebas makan telur kesukaan saya tanpa harus takut bisulan lagi.

Jumat, 26 Desember 2008

Sembuh dari diabetes

Kadar kolesterol dan diabetes yang tinggi mengharuskan saya mengkonsumsi banyak sekali obat-obatan. Saya juga tidak bisa lagi mengkonsumsi seafood yang merupakan makanan kegemaran saya. Persendian dan tulang terasa begitu ngilu dan nyeri. Saya harus melakukan terapi kop sedikitnya dua hari sekali agar bisa sedikit terbebas dari rasa sakit dan ngilu. Bermacam obat-obatan dan suplemen telah saya coba, namun semuanya tidak memberi hasil yang jelas dan pasti.

Bulan lalu tepatnya tanggal 9 Januari 2007, saya melakukan tes di laboratorium. Hasil yang keluar membuat saya semakin was was terhadap kesehatan saya. Kadar glukosa darah saya 205, Cholesterol 237, LDL Cholesterol 166, dan Trigliserida 145. Tiga hari kemudian, saudara saya kemudian menawarkan agar saya mencoba produk Crypto Force. Minggu pertama pemakaian, saya merasakan nyeri yang luar biasa pada punggung dan lengan. Sakit dan nyeri sekali rasanya walaupun hanya untuk menggerakkan lengan ke belakang sedikit saja. Saya terus rutin mengkonsumsi diiringi dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Minggu kedua, saya sudah tidak mengalami keluhan sakit pada punggung dan lengan lagi. Berat badan saya perlahan-lahan ikut susut karena saya hanya mengkonsumsi makanan sehat dan yang dianjurkan saja.